Makkah Mini, Wisata Edukasi Islam di Padang

0

Tempat ibadah identik dengan hal beribadah saja. Masyarakat biasanya menggunakan tempat ibadah hanya untuk beribadah kepada Sang Khaliq. Tapi tempat ibadah yang saya kunjungi satu ini berbeda dari masjid-masjid pada umumnya. Berlokasikan di Lubuk Minturun, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) dengan jarak tempuh dari pusat kota kurang lebih setengah jam membuat banyak masyarakat mengetahui dan mengagumi tempat ibadah dan wisata ini. Tempat ibadah tersebut yaitu Miniatur Makkah atau lebih dikenal Makkah Mini.

Minggu sore (27/1/2019), saya bersama seorang teman bernama Eka penasaran mengenai Miniatur Makkah yang banyak diperbincangkan oleh teman-teman yang lain. Tanpa pikir panjang, kami memutuskan untuk menuju lokasi. Bermodal maps online, kami pun melaju dari kos menuju tempat tersebut. Ketika memasuki kawasan Lubuk Minturun, saya melihat banyak sekali tanaman-tanaman hias yang cantik. Banyak rumah-rumah penduduk yang jual mengelola bisnis tanaman hias sehingga ketika dilewati maka akan terlihat sangat cantik.

Setengah jam kami dalam perjalanan, akhirnya kami sampai pada pintu masuk Miniatur Makkah ini. Decak kagum saya tak henti karena pemandangan di depan mata adalah pemandangan yang sungguh indah. Dimulai dari pintu masuk yang dihiasi dengan arsitektur alquran dan  menambah keindahan tempat ini.

Memasuki pagar, saya melihat dua buah batu besar dengan ukiran keluarga besar yang menandakan hak milik dan satu lagi dengan kata-kata “Lokasi Peragaan Manasik Haji Padang”. Bertambahlah pengetahuan saya bahwa ternyata tempat ini juga dijadikan sebagai tempat untuk manasik  haji. Mata saya pun langsung menuju sebuah bangunan megah berwarna putih bersih dan sangat menarik pandangan saya.

Saya pun ingin mulai menyisiri tangga untuk mencapai bangunan putih itu. Di bawah tangga-tangga, ternyata terdapat kolam ikan yang lumayan besar dan didalamnya terdapat ikan dalam ukuran sungguh besar. Saya memperkirakan bahwa berat ikan tersebut adalah lima puluh kilogram ataupun lebih.

Bangunan putih megah yang saya maksud ternyata adalah masjid yang dijadikan sebagai tempat ibadah. Masjid yang dibangun tersebut diumpamakan sebagai Masjidil Harram yang ada di Makkah. Masjid dengan dua pintu besar dan juga tangga-tangga kecil yang menambah keindahan dan kemiripan dengan Masjidil Harram. Masjid ini hanya dibuka jika telah masuk waktu shalat dan juga akan ditutup setelah shalat berakhir. Di dalam masjid ternyata saya menemukan miniatur Ka’bah yang sangat indah. Namun, hal yang kurang dari masjid megah ini yaitu tidak adanya museum, karena museum itu adalah saksi bisu perjuangan islam pada zaman dahulu.

Keluar dari masjid, saya menemukan miniatur Muzdalifah dimana dalam menunaikan ibadah haji kita harus bermalam di Muzdhalifah. Kecil namun dapat menimbulkan kebahagiaan dibenak saya walaupun saya belum pernah ke Makkah tapi dengan tempat ini saya dapat mengetahui lebih banyak mengenai Makkah.

Selain Muzdhalifah, saya juga menemukan terowongan Mina yang mana dilalui oleh jamah haji pada umunya dalam melaksanakan ibadah haji. Terowongan yang berada di dalam miniatur ini ada 2 buah dimana jika kita memasukinya seperti kita memasuki terowongan mina pada aslinya.

Di dalam miniatur Makkah ini terdapat pula jembatan dengan tiga tugu di atasnya. Ini menyimbolkan tempat umat Islam melempar jumroh. Selain itu kita juga akan menemukan miniatur Bukit Safa dan Bukit Marwah yang merupakan tempat yang dikunjungi dalam rangkaian ibadah haji.

Demi menambah kesan kota Makkah, juga ada beberapa ekor unta yang dipelihara. Menurut penuturan pemilik tempat wisata Miniatur Makkah ini, bahwa beliau merasa sangat senang bisa membuat miniatur tersebut. “Saya bersama bapak selesai bisnis dan pensiun, lalu membuat tempat ini yang ditujukan untuk umat muslim. Awalnya ingin membuat masjid, tetapi karena kami ingin membantu masyarakat lain dalam memahami praktek haji dan juga rasa cinta kepada Makkah makanya kami membuat miniatur Makkah ini,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here